Latest News

AMBON – BERITA MALUKU. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) dan solar di Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan dan Kecamatan Leti, Moa – Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dipastikan termahal di Indonesia.

Harga kebutuhan pokok yang satu ini dilaporkan dijual hingga mencapai Rp. 16 ribu per liter dan sangat mencekik ekonomi masyarakat setempat, terutama untuk mereka yang rutin menggunakan jenis BBM tersebut untuk kebutuhan konsumsi kendaraan bermotor.

Melianus Ola, salah satu warga MBD melalui telepon selulernya dari Kisar, ibukota Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, MBD kepada Berita Maluku.com, Sabtu (25/5) mengatakan, sejak kabupaten kepulauan ini terlepas dari kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan menjadi kabupaten definitif beberapa tahun lalu, harga BBM selalu menjadi persoalan bagi masyarakat MBD. Ironisnya, fenomena ini terkesan dibiarkan terjadi oleh pemerintah daerah dan wakil rakyat setempat, seakan tak ada upaya untuk mengatasinya.

“Kami di Kabupaten MBD dari tahun ke tahun tidak ada perubahan untuk persoalan harga BBM. Bayangkan saja, sesuai harga normal, bensin dijual seharga Rp.4.500, namun yang terjadi di kabupaten MBD bensin dipatok dari harga Rp.14.500,- hingga harga Rp.16 ribu. Untuk bensin dengan harga per liter Rp.14.500 hanya dijual di Wonreli, ibukota kecamatan PP. Terselatan dan Tomra, ibukota kecamatan Leti serta Wet, ibukota kecamatan Moa-Lakor, sementara desa-desa di sekitarnya harga bensin Rp. 16 ribu. Kami mengaku stres untuk harga ini,” papar Melianus.

Lanjutnya, dengan adanya persoalan BBM yang berkepanjangan ini, maka dimintakan supaya pihak berwenang segera menyikapi dan menindaklanjutinya agar masyarakat MBD tidak menderita lagi.

Untuk diketahui, Kabupaten MBD terdiri dari banyak pulau namun hanya terdapat satu agen penyalur resmi BBM (APMS milik CV. Yotowawa yang berpusat di Kisar, Kecamatan PP. Terselatan). Perusahaan tersebut diakui menyalurkan kebutuhan pokok jenis BBM tersebut untuk masyarakat.

Untuk mendistribusikan BBM ke wilayah MBD, biasanya dibawa dari Pertamina Saumlaki, Kabupaten MTB atau Pertamina Ambon dengan kapal milik pengusaha transportir yang telah direkomendir oleh pihak Pertamina setempat.

Terbatasnya jumlah agen resmi penyalur BBM di MBD diduga ikut memicu bermunculan oknum pengusaha minyak liar yang seenaknya mengambil keuntungan sepihak dengan menjual BBM di luar batas harga yang ditetapkan pemerintah. (e)

AMBON - BERITA MALUKU. Subdit Paminal Direktorat Propam Polda Maluku masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap oknum pelaku yang diduga terlibat kasus penyuapan dari peserta Calon Bintara (Caba) Polri tahun 2012.

"Tersangka memang merupakan istri anggota Polda Maluku dan sugaan kasus suap ini melibatkan internal Polri terkait seleksi penerimaan Caba, jadi untuk sementara diperiksa secara internal," kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Hassan Mukadar di Ambon, Jumat (24/5) kemarin.

Selain diperiksa di Subdit Paminal Ditpropam, tersangka juga akan menjalani pemeriksaan di Direktorat Serse Polda Maluku karena diduga terlibat dalam kasus penyuapan dan penipuan.

Hassan mengatakan, salah satu peserta Caba Polri atas nama Aan Wahyudi menjadi korban penipuan oleh tersangka saat mengikuti seleksi di Polda Maluku dengan menyerahkan uang sebesar Rp180 juta.

Uang tersebut diberikan kepada tersangka dan nantinya diteruskan kepada sejumlah pejabat penting dengan iming-iming akan meloloskan korban dalam seleksi penerimaan Caba Polri tahun 2012 tapi kenyataannya yang bersangkutan tidak berhasil menjadi anggota Polri.

Kasus ini akhirnya merebak ke publik dan tersangka dipanggil pihak Polda Maluku untuk melakukan pemeriksaan intensif, setelah korban membuat pengaduan resmi dan mengaku alami kerugian sebesar Rp180 juta.

Dari data yang dihimpun, tersangka MM bersama adiknya Ny. MM diduga telah melakukan penipuan terhadap Aan Wahyudi dan menerima uang Rp180 juta.

Namun di hadapan penyidik Polda Maluku kedua tersangka mengaku kalau uang hasil suap yang diterima dari korban ini dinikmati sendiri dan tidak diberikan kepada isteri mantan Kapolda maupun isteri Kabid Dokas Polda. (ant/bm 10)
DOBO – BERITA MALUKU. Kini giliran Kabupaten Kepulauan Aru dilaporkan mengalami kelangkaan minyak tanah setelah sebelumnya persoalan yang sama dialami sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Maluku beberapa pekan lamanya.

Penelusuran Berita Maluku. com di Dobo, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru dan beberapa wilayah sekitarnya hingga Sabtu (25/5), minyak tanah masih sulit diperoleh warga setempat dalam kurun waktu seminggu belakangan ini. Meski kelangkaan tersebut sebelumnya sudah diantisipasi oleh PT. Sulivan Jaya, salah satu agen penyalur minyak terbesar di Aru dan pihak Pertamina Dobo dengan mengerahkan sejumlah armada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Terbukti, tiga mobil tanki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan untuk menjul minyak tanah (operasi pasar) di beberapa lokasi pemukiman penduduk di Kota Dobo dan wilayah sekitarnya, seketika habis diborong warga sambil berdesak-desakan.

Sejumlah warga di Dobo mengaku kesal lantaran pendistribusian minyak tanah dari pihak penyalur BBM resmi milik pemerintah ini dinilai disalurkan terbatas atau tidak merata kepada konsumen, sehingga memicu terjadinya kondisi tersebut.

Warga mengaku, akibat ada diantara mereka yang tak kebagian jatah pembelian minyak tanah akhirnya mereka rela memasak dengan menggunakan kayu bakar.

Dakui pula, saat terjadi kelangkaan minyak tanah, ada sejumlah pengusaha nakal mengambil kesempatan untuk keuntungan besar, sebab minyak tanah yang mereka jual bisa dipatok hingga mencapai harga Rp.5 ribu per liter.

“Kita kesal dengan pihak Pertamina, sudah satu minggu masyarakat kesulitan minyak tanah, tapi mereka baru menyalurkan, Jumat kemarin,” lapor Elisa salah satu warga Dobo melalui telepon selulernya. (AW/e)

AMBON – BERITA MALUKU. Ketua DPRD Provinsi Maluku M. Fatani Sohilauw saat memimpin jalannya rapat paripurna mengatakan, legislatif memberikan persetujuan alokasi anggaran dari APBD murni maupun APBD Perubahan untuk mendukung proses pemekaran KPPT yang dilakukan Komisi A hingga ke pemerintah pusat.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku menyetujui pemekaran Kabupaten Pulau-Pulau Terselatan (KPPT) dari Maluku Barat Daya (MBD) selaku kabupaten induk untuk menjadi daerah otonom baru.

Persetujuan tersebut dituangkan dalam Keputusan DPRD Provinsi Maluku Nomor 18 Tahun 2013 tertanggal 24 Mei 2013 dalam rapat paripurna di DPRD setempat, Ambon, Jumat (24/5).

Keputusan memberikan dukungan anggaran daerah ini terkait dengan usulan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD setempat Jafet Damamain dan anggota Fraksi Golkar Arnolis Laipeni.

"Sesuai dengan tupoksinya, Komisi A ikut mengawal proses tersebut dan ini berarti saudara-saudara kita yang akan memekarkan diri dari Kabupaten MBD menjadi daerah otonom yang baru tidak lagi berjuang sendiri, tetapi sudah bersama DPRD provinsi," katanya.

Ia mengatakan bahwa Surat Keputusan DPRD Provinsi Maluku itu akan diteruskan ke DPR RI dan Menteri Dalam Negeri sehingga Komisi A yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan akan ikut memperjuangkannya ke pemerintah pusat.

Wakil Ketua Komisi Melky Frans dalam rapat paripurna tersebut mengatakan bahwa komisi saat ini membahas proses-proses pemekaran terhadap tiga daerah otonom baru yang diusulkan menjadi kabupaten.

Yang pertama adalah usulan pembentukan Kabupaten Salahutu-Lease yang akan memisahkan diri dari Maluku Tengah selaku kabupaten induk, pemekaran Kabupaten Pulau-Pulau Terselatan dari MBD, serta Kabupaten Tanimbar Utara yang akan lepas dari Maluku Tenggara Barat.

"Untuk Kabupaten Lease-Saparua yang dibahas Komisi belum bisa diajukan ke rapat paripurna DPRD guna ditetapkan karena persyaratan administrasi berupa rekomendasi dari Bupati serta DPRD Malteng belum ada," katanya.

Masalah serupa juga dialami Kabupaten Tanimbar Utara yang belum melengkapi syarat adminsitarsi. Bupati dan DPRD MTB harus merevisi kembali surat rekomendasi pemekarannya karena yang diajukan adalah surat rekomendasi yang memuat rencana pemekaran Kabupaten MBD dan sudah teralisasi saat ini.

Menyinggung soal pemekaran KPPT, Komisi berpendapat sudah selayaknya diajukan dalam rapat paripurna guna mendapat persetujuan Dewan karena persyaratan administrasi berupa rekomendasi Bupati dan DPRD, surat aspirasi dari raja-raja (kepala desa) pada tujuh kecamatan dan hasil studi kelaikan Unpatti Ambon sudah ada.

Fraksi PKS DPRD Maluku Fachry Said Alkatiry mengingatkan pimpinan komisi untuk memberikan laporan hasil kerja tentang rencana pemekaran wilayah kepada seluruh anggota Dewan saat berlangsung rapat paripurna.

Sementara itu, anggota Fraksi Demokrat Rabea Moein menyatakan dukungan atas pemekaran wilayah baru untuk lebih mengkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti di wilayah MBD yang berbatasan langsung dengan negara lain. (ant/ bm 10)
AMBON – BERITA MALUKU. Maluku City Mall (MCM) menyediakan segala macam kebutuhan terlengkap di kota Ambon, seperti kebutuhan sayur-sayuran, buah-buahan dan ikan-ikan segar berasal dari daerah ini.

"Gerai hypermat saat ini sudah dibuka dan menyediakan segala kebutuhan sayur-sayuran, buah-buahan dan ikan-ikan segar itu semua tidak didatangkan dari luar tetapi bekerja sama dengan petani dan nelayan di daerah ini untuk memasoknya," kata Pimpinan MCM Wellem Daniel Kurnala, di Ambon, Jumat (24/5).

Karena itu, dirinya meminta masyarakat Maluku khususnya di Ambon melihat MCM sebagai aset bersama, sehingga diharapkan dapat memelihara dan menjaga keamanannya dengan baik.

"Mall ini milik kita bersama sebab segala macam kebutuhan tersedia, karena itu tanpa memandang latar belakang suku, agama dan golongan semuanya bisa berakses dan saling berintereaksi di sini, sehingga keamanannya harus dijaga bersama," ujar dia.

MCM akan beroperasi penuh setiap hari dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.500 orang, 95 persen anak daerah sedangkan lima persen dari luar Maluku.

"Kami tidak mau karyawan yang bekerja di mall ini didatangkan dari luar semua tetapi kami mengakomodir putra daerah untuk membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran," kata Kurnala.

Menurut Wellem Kurnala, ribuan tenaga kerja tersebut sekitar lima persen merupakan tenaga profesional yang didatangkan dari luar Maluku, dan mereka juga mendidik anak-anak daerah agar bisa terampil dan menguasai bidang tugasnya masing-masing.

"Kami datangkan tenaga profesional dari luar untuk mendidik anak-anak kita bagaimana cara melayani konsumen agar bisa menarik perhatian dengan menunjukan sikap yang ramah dan sopan," katanya.

Ia menyatakan masih banyak peluang investasi di Maluku karena berbicara masalah ini tidak hanya dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun saja tetapi untuk jangka panjang ke depan.

"Kami berani membuka investasi mall ini karena melihat prospek ke depan sangat besar apalagi animo masyarakat Maluku untuk berbelanja sangat tinggi sehingga tidak diragukan lagi keberadaannya," ujar dia.

MCM lanjutnya, merupakan aset bersama masyarakat Maluku karena keberadaanya tidak hanya tempat berbelanja bagi masyarakat kelas menengah ke atas tetapi juga masyarakat menengah ke bawah dan bisa memanfaatkannya. (ant/bm 10)
Bursel Catat Rekor Fantastis

AMBON – BERITA MALUKU. Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menunjukkan keperkasaan mereka di bidang pendidikan menengah dan kejuruan.

Tahun ini saja untuk ketiga kalinya siswa-siswi di ’’Bumi Saka Mese Nusa’’ mencatatkan rekor tingkat kelulusan mencapai 100 persen dibanding raihan pelajar-pelajar Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA) Kota Ambon hanya mencapai 98,89 persen.

Capaian maksimal SBB juga sama persis yang ditorehkan siswa-siswi SMA/MA Kabupaten Buru Selatan (Bursel). ’’Jadi untuk tingkat SMA/MA yang tingkat kelulusannya 100 persen hanya SBB dan Bursel. Untuk SBB ini untuk tahun ketiga mereka menjadi juara, berarti mereka tetap mempertahankan gelar, dan tahun ini Bursel buat rekor membanggakan,’’ terang Kepala Dinas Pendikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Maluku Semy Risambessy dalam jumpa pers di Lantai 2 Disdikpora Maluku, Kawasan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, Jumat, 24 Mei 2013.

Semy melanjutkan untuk persentase kelulusan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Ambon mencatatkan hasil terendah, yakni 99, 23 persen, sementara 10 kabupaten/kota lain masing-masing Kabupaten Maluku Tengah, SBB, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kabupaten Buru, Bursel, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dan Kabupaten Maluku Barat Daya mencapai 100 persen.

’’Untuk Kota Ambon dari 1.437 peserta, yang tidak lulus 11 siswa, atau yang tak tulus 0,77 persen, sementara yang lulus 1.426 (99,23 persen. Untuk kategori SMK untuk Kota Ambon tahun lalu menurun, tahun ini meningkat. Sementara untuk SMA/MA tahun lalu meningkat, tahun ini menurun,’’ tambah mantan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Maluku itu.

Semy menyebutkan kesebelas siswa SMK Kota Ambon yang tak lulus Ujian Nasional (UN) disebabkan mereka tak ikut serta meski sudah dihubungi berulang kali oleh guru maupun kepala sekolah. ’’Ada yang beralasan ingin pindah tempat, dan ada yang beralasan ingin kerja membantu orangtua. Yang tidak lulus juga disebabkan nilai tidak tuntas, dan ada yang sama sekali tak ingin ikut,’’ sebutnya.

FOKUS PENDIDIKAN

Di kesempatan serupa, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Disdikpora Maluku, Andre Jamlaay menyatakan keberhasilan SBB mempertahankan tradisi juara untuk kelulusan siswa tingkat SMA/MA dan SMK selama tiga tahun terakhir karena komitmen Pemerintah Kabupaten setempat untuk membangun dunia pendidikannya.

’’Mereka berhasil karena kerja sama yang baik antara pemkab dan pihak legislatif. Di sana ketua dewannya sangat peduli dengan pendidikan, dan anggaran banyak dialokasikan ke situ (dunia pendidikan),’’jabarnya.

Diakui Andre, Pemkab SBB juga intens membangun kerja sama dengan perguruan tinggi, terutama Universitas Pattimura (Unpatti). ’’Biasanya sebelum UN diberikan kisi-kisi, dan Dinas Pendidikan di sana (SBB) berhasil melakukan try out sebelum pelaksanaan UN,’’ puji dia. (ev/mg-bm 015)
AMBON – BERITA MALUKU. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Maluku, Semy Risambessy menyatakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar Maluku masih tetap menggelar program pembinaan di cabang olahraga sepak bola, atletik, dayung, dan tinju.

’’Kita masih punya empat PPLP, tapi kita sudah usulkan ke pusat untuk penambahan dua PPLP, yakni karate dan tenis meja,’’ ungkapnya di Kantor Disdikpora Maluku, Jumat, 24 Mei 2013.

Sejauh ini PPLP Maluku menjadi produk lahirnya atlet-atlet andal yang acap kali berkiprah bersama kontingen Seribu Pulau di pentas Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) maupun Pekan Olahraga Nasional.

Nama-nama seperti Albert Papilaya, La Paene Masara, Bara Gommies, Mekson Barataman, David Isikiwar, Alberto Alfons, Irene Joseph, Viera Hetharie, Carla Gommies, Reny Tehupiory, Lisa Thenu, Femy Batuwael, Abdul Rahman Lestaluhu, dan Manahati Lestusen merupakan atlet-atlet binaan PPLP Maluku yang pernah membela Indonesia di PON, Sea Games, Asian Games, dan Olimpiade. (rony samloy)

AMBON – BERITA MALUKU. Hari pertama masa kampanye 5 pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Maluku, namun banyak warga di kota Ambon masih belum bisa menentukan siapa pilihan mereka.

Penelusuran Berita Maluku.com di beberapa perkampungan di kota Ambon, seperti di Karang Panjang (Karpan) Belakang Soya (Belso), Tanah Tinggi, Batu Meja, Batu Gantung, desa Amahusu, Tantuti, Batu Merah dan Waihaong. Dari sebanyak 3 warga yang diwawancarai di beberapa perkampungan tersebut, 2 orang belum bisa menyampaikan siapa yang akan mereka pilih.

Ketika ditanya terkait siapa dari ke 5 pasangan yang akan menjadi pilihan mereka, John (17) seorang warga pemilih pemula di Karpan, belum mau menyebutkan pilihannya. “Nanti saja om, soalnya saya masih belum mengerti,” katanya kepada awak media ini.

Lain pula dengan Ampi (52) warga desa Amahusu, menjelaskan bahwa Pilkada tahun ini jelas berbeda dengan tahun kemarin. Tahun kemarin pilihannya jitu yaitu jatuh kepada pak Karel yang adalah Gubernur Maluku sekarang. Namun untuk memilih 5 pasangan pada Pilkada kali ini, dirinya tidak mau mengatakan siapa yang ia pilih.

“Sory bung, Beta (saya;red) akan menentukan pilihannya nanti pada hari H,” jelasnya singkat.

Lain halnya dengan Yadi (36), warga desa Batu Merah. Ia tidak mau menyampaikan pilihannya, malah sebaliknya berbalik menanyakan kepada awak media ini. “Maaf saya masih bingung, pokoknya mana-mana saja. Eh, tapi menurut kamu, siapa ya kira-kira yang layak ,” tanyanya polos.

Meski sebagian besar belum bisa menentukan pilihannya, namun kepada media ini sebagian warga sudah menyampaikan siapa pilihan mereka.

Sementara itu Ricky (29), warga Batu Meja mengaku kurang informasi tentang calon gubernur di daerah ini. Ia mengkritisi pihak penyelenggara yang kurang proaktif atas penyampaian informasi melalui media massa kepada warga. Menurutnya selama ini informasi sangat minim ditermia warga terkait 5 pasangan calon.

“Saya minta pihak penyelenggara lebih proaktif melempar bola kepada warga, bukan sebaliknya warga yang harus mencari informasi,” kritiknya.

Dirinya berharap, agar pesta rakyat 5 tahun sekali ini dapat berlangsung aman dan lancar, sehingga kedepan gubernur yang terpilih nanti, dapat membawa kesejahteraan dan ketentraman bagi rakyat kota Ambon dan Maluku umumnya. (BM 10)
PANGGUNG Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Kota Ambon telah dibentangkan setelah sebelumnya dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Anthony Gustav Latuheru di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis, 23 Mei.

Event antarpelajar yang akan berlangsung tiga hari hingga 25 Mei nanti dan mementaskan 11 cabang olahraga itu diikuti seratusan atlet mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Tingkat Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).

Sekkot mengatakan, Popkot merupakan ajang memupuk rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan sebagai momentum untuk membangun komunikasi antarpelajar.

’’Jika hubungan persaudaraan dan hidup rukun dapat terwujud, maka tidak akan terjadi lagi pertentangan atau tawuran di antara pelajar,”tandasnya.

Selain itu, jelasnya, Popkot merupakan ajang mengukir prestasi para pelajar dari masing-masing kecamatan di Ambon untuk semua tingkatan.

Kepada para wasit yang memimpin pertandingan, Sekkot meminta kenetralan mereka, serta mampu menjunjung tinggi sportivitas dan prestasi sehingga akan muncul atlet-atlet andal dan gemilang di Ambon.

Ia meminta para kontestan untuk tetap semangat saat berlaga guna meraih prestasi ciamik, sehingga kelak bisa mewakili kontingen Ambon di event serupa tingkat Maluku.

Dia melanjutkan, pembinaan olahraga di Ambon akan terus digalakkan guna mewujudkan prestasi Ambon Gemilang. Slogan Ambon merupakan penyumbang atlet terbanyak bagi Maluku harus terus dipertahankan.

Di Popkot kali ini, untuk tingkat SD dipertandingkan dan diperlombakan 11 cabor, SMP (8 cabor), SMA (5 cabor), dan SMK 4 cabor. (ev/mg-15)

AMBON – BERITA MALUKU. Bank Maluku akan membuka kantor kas di Tiakur, ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada akhir Mei 2013 untuk mendukung aktivitas perekonomian di sana.

"MBD adalah Kabupaten baru yang dimekarkan dari Maluku Tenggara Barat (MTB) pada 16 September 2008 sehingga harus didukung percepatan sektor perekonomian di sana," kata Dirut Bank Maluku, Dirk Soplanit, di Ambon, Kamis kemarin.

Dengan dioperasikannya kantor kas Bank Maluku di Tiakur, akan memperlancar pembayaran gaji para PNS, TNI, Polri dan transaksi ekonomi lainnya.

Apalagi MBD memiliki prospek potensi sumber daya mineral dan gas bernilai ekonomis yang menarik minat investor, baik dalam maupun luar negeri sehingga harus ada pelayanan jasa bank di sana.

"Pembukaan kantor kas ini juga mendukung pengalihan pemerintahan sementara Kabupaten MBD di Kisar ke Tiakur yang diresmikan Gubernur Maluku, Karel Albert Rahalalu pada 26 November 2012," ujar Dirk.

Pengoperasian Kantor Kas di Tiakur akan dilakukan Kepala PT.Bank Maluku Cabang Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat(MTB).

Staf PT.Bank Maluku Kantor Kas Tiakur dijadwalkan berangkat dari Saumlaki pada 28 Mei 2013.

"Kami mendukung program pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial di MBD yang secara geografis dekat dengan Timor Leste," kata Dirk. Pembangunan Kantor Kas di Tiakur sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Bupati MBD, Barnabas orno.

"Jadi sebelum aktivitas pemerintahan sementara MBD dipindahkan dari Kisar ke Tiakur telah dilaksanakan survei, baik untuk kepentingan pembangunan kantor maupun prospek perekonomian di sana," ujarnya.

Dirk mengakui pengoperasian Kantor Kas PT.Bank Maluku di Tiakur juga telah dikoordinasikan dengan Bank Indonesia.

Bank Indonesia sebelumnya mengarahkan Bank Maluku untuk membuka cabang di MBD, termasuk pulau Wetar yang saat cuaca cerah secara kasat mata bisa melihat pantai Dili, ibu kota Timor Leste.

Deputi Direktur Grup Kebijakan Pengedaran Uang Bank Indonesia, Eri Setiawan mengarahkan PT.Bank Maluku membuka cabang di pulau Wetar dalam rangka memperlancar transaksi keuangan.

"Daerahnya sepi dan belum ada bank mengakibatkan uang di kepulauan perbatasan tidak ada peremajaan. Pelayanan penukaran uang biasanya dilakukan di balai desa," katanya.

Pulau Wetar adalah bekas eksploitasi emas oleh PT. Prima Lirang Mining, sedangkan saat ini PT.Batu Tua mengeksploitasi tembaga di sana. (ant/bm 10)
MESKI belum ada konfirmasi pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Maluku. Namun, kontingen pelajar daerah ini dipastikan akan ikut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Tinju di Banjairmasin, Kalimantan Selatan, Juli nanti.

Ada 15 petinju yang kini dalam gemblengan serius PPLP Maluku. Namun, informasi yang peroleh koran ini, kemungkinan hanya 8-9 petinju yang akan diterjunkan ke Kejurnas PPLP tersebut.

’’Karena itu ajang pemanasan ke Popnas pada September nanti, kemungkinan Maluku hanya kirim 8-9 petinju pelajar,’’ kata salah satu pelatih tinju Maluku dalam bincang-bincang dengan koran ini, Kamis, 23 Mei 2013.

Dia mengaku saat ini prestasi tinju Maluku lagi terpuruk karena kurangnya turnamen maupun minimnya dukungan anggaran. Selain itu, setelah berakhir era La Paene Masara, Albert Papilaya, Bara Gommies, dan David Isikiwar, praktis terputus pelapis mereka. ’’Sekarang yang ada kebanyakan petinju-petinju baru, sehingga butuh waktu dan proses untuk membentuk mereka,’’ sebutnya. Kepala Seksi Pemuda dan Olahraga Disdikpora Maluku Jemmy Lesnussa enggan memberikan konfirmasi seputar hal ini. ’’Tunggu saja kepala bagian datang bung baru dikonfirmasi,’’ elaknya. (ROS)

AMBISI FC Presikhaaf untuk promosi ke Hoofdklasse Belanda menemui kegagalan setelah menelan kekalahan telak 5-0 dari SC Joure di leg kedua babak pertama putaran final pertama play-off Eerste Klasse di Sportpark De Hege Simmerdyk, Senin malam, 20 Mei 2013 lalu.

Klub yang diperkuat pemain naturalisasi berdarah Ambon (Maluku) Jhonny van Beukering ini tampil di play-off setelah menempati peringkat kelima klasemen Zondag E Eerste Klasse, dan berhadapan dengan SC Joure yang berada di peringkat empat Zondag F.

FC Presikhaaf tidak mampu memanfaatkan keuntungan kemenangan 4-2 yang mereka peroleh di leg pertama pada akhir pekan kemarin. Dengan demikian, FC Presikhaaf gagal ke babak kedua putaran final play-off, karena menelan kekalahan agregat 7-4.

Pada laga leg pertama, Van Beukering mencetak satu gol. Gol yang dilesakkan pada menit ke-55 tersebut membuat Presikhaaf unggul setelah sebelumnya sempat tertinggal lebih dulu. Namun Van Beukering terpaksa harus absen di leg kedua, karena menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.(GCM/ROS)